Langsung ke konten utama

Bittersweet SNMPTN


SNMPTN mungkin jadi topik yang sempet viral beberapa jam yang lalu. Barangkali hari ini jadi salah satu hari penting buat sebagian besar siswa-siswi SMA di penjuru Tanah Air. Selain pengumuman kelulusan, hari ini juga pengumuman hasil SNMPTN 2016. Lalu setelah pengumuman tersebut, akan ada 2 rombongan yang kita sebut saja rombongan 1 sebagai rombongan bahagia yang mendapat ucapan selamat dari website SNMPTN. Kemudian rombongan 2 sebagai rombongan sakit hati yang gak diucapin selamat sama website SNMPTN.


Disini gua mengucapkan selamat buat kalian yang dapet ucapan selamat. You deserve what you get and welcome to the college's life. Selamat menikmati ribetnya masa-masa daftar ulang dan selamat menjalani riang gembiranya masa orientasi dan kaderisasi. Nikmatin aja proses yang bakal kalian lalui, boleh kaget tapi jangan keterusan. Oke?

Buat yang belum dapet ucapan selamat, gua pengen kalian tetep semangat dan jangan putus harapan. Gua ngerti banget apa yang kalian rasain karena 2 tahun yang lalu pun gua menjadi bagian dari rombongan ini. Perjalanan masih panjang, Bung. Masih banyak jalan yg bisa ditempuh. Boleh sedih, boleh kecewa tapi jangan keterusan. Oke?

Tadinya gua cuek aja sama topik pengumuman SNMPTN ini. Paling ya gitu-gitu aja mungkin karna sekarang gua udah memasuki tahun ke-2 di perguruan tinggi (udah lama juga ya?) jadi udah gak begitu antusias lagi sama beginian. Tapi ternyata gua jadi tergelitik untuk memperhatikan isu ini setelah melihat beberapa postingan screenshot pengumuman SNMPTN 2016 di Instagram gua.

Gua sih mau sharing aja pengalaman gua dulu ketika gua menjadi peserta SNMPTN 2014, dan kayaknya juga udah pernah gua bahas sedikit di postingan gua yang ini. Pilihan gua waktu itu kampus negeri almamater biru muda di kota Surakarta dan kampus negeri (yaiyalah negeri coy ini SNMPTN kali) almamater merah marun di kota Serang. Berbagai harapan untuk diterima di salah satu pilihan tersebut gua panjatkan disetiap doa-doa. Hingga saat pengumuman tiba guess what? Gua DITOLAK. IYA DITOLAK. Tiada ucapan selamat. Tiada kata maaf dari website yang sempet down server di menit-menit awal waktu pengumuman. Kecewa. Sedih. Udah deh gitu aja sehari doang gua nangis. Besoknya udah lupa. Paling sebel doang kalau ditanya keterima dimana dil? Bungkus Indomi! Gua ditolak woy. Gua sih jawab apa adanya aja sambil nyengir kuda. Oke lanjut. Abis pengumuman SNMPTN dan gua fix ditolak, ortu langsung bilang kalau gua harus fokus belajar buat SBMPTN. Yang tadinya belajar ogah-ogahan gegara masih ngarep ama si SNMPTN ini akhirnya jadi semangat deh gegara fix ditolak. Rejection brings positive vibes for me hahaha :)

Singkat cerita, gua ikutlah tes SBMPTN ini dan akhirnya gua ditolak juga. Ikut ujian mandiri di kampus institut pertanian di kota Bogor pun gua ditolak. Pokoknya gua sampe kebal lah sama segala jenis penolakan, termasuk ditolak sama gebetan (halah). Sampe akhirnya sekarang gua disini. Terdampar di Fakultas Teknik yang melenceng jauh dari planning awal gua. Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Unpredictable!

Kenapa gua bilang terdampar? Karena emang terdampar. Gak sih. Pokoknya yang jelas bukan planning awal gua sejak SNMPTN. Pokoknya after all of this unpredictable things, my life has changed. Makanya gua bilang diawal kalau gua ngerti banget sama apa yang dirasain rombongan sakit hati korban penolakan SNMPTN. Disini gua gak akan muncul sebagai manusia sok pahlawan dengan kata-kata manis nan bullshit. Disini gua justru mau ngingetin kalian, betapa dibalik penolakan yang kalian terima terdapat berjuta makna yang patut kalian syukuri. Gak ada orang yang mau ditolak, termasuk gua. Tapi dengan adanya 'penolakan' tersebut, bisa jadi masih banyak yang perlu dibenahi agar kita siap ketika akhirnya kita mendapat 'penerimaan' itu.

Dulu sih gua merasa setelah pengumuman SNMPTN (dan ditolak), hidup gua jadi banyak perjuangannya. Bahkan sampe sekarang ketika gua di tahun ke-2 di perguruan tinggi. Gua sadar, gak ada hidup yang mudah. Semua butuh perjuangan. You worth for something you deserve. Ini bukan quotes. Ini real gua rasain. Apa yang lu dapetin sesuai dengan apa yang lu usahain. Kalau kata JKT48 sih 'Usaha keras itu tak akan mengkhianati'. Makanya kalau lu baru ditolak di SNMPTN langsung nyerah sih kata gua mah lu cemen. Sumpah. Cemen abis gak ada obat! Kalau emang impian lu kuliah di PTN, lu harus punya jiwa pantang menyerah seperti pahlawan-pahlawan bangsa (azek!). Jujur aja ya perjuangan lu buat dapetin 'penerimaan' dari PTN ini bahkan gak ada apa-apanya dibanding perjuangan lu buat tetep survive ketika lu udah dapet 'penerimaan' itu. Makanya kalau sekarang aja lu udah nyerah, mending lu tidur aja sampe hilang ingatan. Maaf-maaf aja ini mah ya.

Gua sih menyebut perjuangan itu sebagai proses abadi. Seperti gua bilang tadi, gak ada hidup yang mudah, semua butuh perjuangan. Gak ada sesuatu yang muncul gitu aja tanpa melalui proses apapun. Karena sekarang gua udah jadi mahasiswa teknik (azek!), gua ibaratkan proses perjuangan ini seperti baja ya, baja kualitas tinggi aja harus melewati berbagai macam proses yang gak mudah, mulai dari pemanasan dengan suhu tinggi hingga pendinginan secara cepat. Analoginya kurang lebih seperti itu. Intinya sih semangat dan yakin. Darisitu, semua hal-hal postif lainnya bakal mengikuti. Tetap berjuang atau menyerah sekarang, the choice is yours.

Dunia yang akan kalian hadapi ketika kalian memasuki apa yang disebut dengan the college's life pun tetap gak mudah. Sekali lagi, kalian tetep harus berjuang untuk bisa survive sebagai mahasiswa. Menjadi mahasiswa adalah anugerah yang luar biasa dan patut disyukuri karena di negara kita yang tercinta ini, kurang lebih hanya 30% saja penduduknya yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kita pun bakal nerima predikat sebagai agent of change, bukan main! Keren kan? keren, dan penuh dengan tanggungjawab yang besar. Makanya ketika lu punya jiwa yang menye-menye dan gampang nyerah, gimana lu bisa jadi agent of change dan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan tinggi? Jadi, dari sekarang buat kalian yang dapet ucapan selamat, maupun yang dapet kata maaf, semangat berjuang! Jangan nyerah hanya karna 1 kerikil menghalangi langkah kalian. Jangan goyah hanya karna angin yang berhembus memberatkan langkah kalian.

Tadinya gua mau bikin tulisan tentang setahun bersama Teknik Industri, tapi udah telat karna sekarang bahkan gua udah tingkat 2. Jadi yaudah deh gua nulis ini aja. Sedikit pengalaman gua yang semoga aja bermanfaat, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.
Keep fighting, guys!


With love, and hope...

Yasmin
(Cilegon, 10 Mei 2016. Diantara revisian laporan besar praktikum PTI 1)

Komentar